Kisah-Kisah Keajaiban Sedekah
Galilah Sumur, dan Sakitmu Akan Sembuh
Di dalam Siyar A’lamin Nubala’ 8/407
disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah
bin Mubarak rahimahullah tentang luka bernanah (bisul) yang keluar dari
lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. Ia telah mengobatinya dengan
berbagai macam obat dan banyak bertanya kepada para dokter, tetapi belum
sembuh juga. Maka beliau pun menjawab, “Pulanglah, lalu galilah sumur
di tempat orang-orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap
akan keluar mata air di sana, dan darahmu akan berhenti.” Lelaki itu pun
melaksanakan perintah Ibnul Mubarok, maka ia pun sembuh.[Min ‘Ajaibil
‘Ilaj bish Shadaqah]
Penyakit Kanker Sembuh Dengan Sedekah
Disebutkan bahwa ada seorang laki-laki
yang mengidap penyakit kanker. Ia sudah berkeliling dunia untuk mencari
obat, namun ia belum mendapatkannya. Maka, ia pun bersedekah kepada ibu
anak yatim, sehingga Allah memberikan kesembuhan kepadanya.[Min ‘Ajaibil
‘Ilaj bish Shadaqah]
Sembuh Karena Berinfak kepada Anak Yatim
Ada seorang wanita yang tinggal di Arab
Saudi bercerita, “Aku menderita penyakit kanker beberapa tahun, dan aku
yakin maut telah mendekat. Aku menginfakkan penghasilanku dari menjadi
tukang bordir kepada anak-anak yatim. Setiap harta yang aku infakkan
kepada mereka, maka Allah membalasku dengan berlipat ganda, dan akhirnya
Dia memberikan kesembuhan dari penyakitku, karena disebabkan infakku
kepada anak-anak yatim.”[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Wanita Mandul Itu Bisa Hamil
Ada seorang wanita yang mendapat cobaan
dengan kemandulan, ia tak dikaruniai anak. Para dokter telah berputus
asa dari kemungkinan ia bisa hamil, dan bahwa penyakit itu memang tidak
ada obatnya. Maka, Allah Ta’ala memberikan taufik kepadanya agar ia
bersedekah kepada seorang wanita fakir. Sesudah ia bersedekah kepada
wanita itu, ia meminta kepadanya agar mendoakan dirinya dikaruniai anak
shalih. Setelah berlalu tiga bulan, wanita itu pun mengandung dua anak
kembar!![Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sedekah Mengobati Penyakit Jiwa
Ada seorang wanita yang menderita
penyakit jiwa yang parah. Salah seorang kerabatnya bangkit dan segera
bersedekah dengan meniatkan kesembuhan untuknya kepada seorang yang
shalih namun fakir yang menanggung beban hidup dua keluarga, dan ia
meminta agar orang shalih itu mendoakan saudaranya. Maka, Allah pun
menyelamatkan wanita itu dari bala’, dan sedekah itu menjadi penyebab
kesembuhannya.
Saudara yang bersedekah itu mengatakan,
“Demi Allah, tidak ada seorang pun dari keluargaku yang tahu tentang
sedekahku. Sesungguhnya aku ingin menjadikan sedekah itu ikhlas untuk
menggapai keridhaan Allah Ta’ala.” Segala puji bagi Allah, yang telah
menyembuhkan kerabatnya dari penyakit jiwa yang dideritanya.[Min
‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sudah Masuk Ruang ICU, Mendadak Sembuh
Ada seorang wanita masuk ruang ICU (unit
gawat darurat) karena penyakit parah yang dideritanya. Beberapa
muhsinin (orang-orang yang suka berbuat kebaikan) mengetahui keadaannya,
maka mereka pun menyembelih seekor unta dan meniatkan pahalanya untuk
si wanita tersebut. Setelah itu, mereka mensedekahkan daging unta
tersebut kepada para keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhannya dengan
mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Beberapa hari kemudian,
akhirnya Allah memberikan kesembuhan kepada wanita tersebut. Hanya bagi
Allah-lah segala pujian dan karunia.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Sedekah Menolak Gangguan Sihir
Dikisahkan, ada beberapa wanita yang
berbincang-bincang tentang keajaiban sedekah. Dan belum selesai para
wanita itu membicarakan tentang keutamaan sedekah, tiba-tiba salah
seorang wanita yang ada di antara mereka –yang sedang terkena sihir–
melepas kalungnya yang mahal harganya. Kalung itu kemudian ia berikan
kepada salah seorang temannya agar dijual dan uangnya diberikan kepada
para keluarga miskin.
Ketika temannya tersebut pergi ke tempat
penjual emas dan sang penjual ingin menimbangnya, maka sang penjual
mengeluarkan mata batu yang terletak di tengah kalung tersebut. Sang
penjual begitu terheran-heran dan kebingungan dengan apa yang
dilihatnya. Karena ia menyaksikan ada buhul sihir di dalam mata batu
kalung itu. Sang penjual kemudian mengeluarkannya, dan alhamdulillah,
akhirnya sembuhlah perempuan pemilik kalung tersebut dari penyakit yang
selama ini dideritanya.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah]
Suami Bersedekah Emas, Isterinya Sembuh Seketika
Seorang dokter menelepon suami seorang
wanita yang sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit. Dokter itu
memberitahukan bahwa istrinya sedang mengalami masa kritis, dan dari
tinjaun medis harapan untuk sembuh sangatlah tipis. Sang suami sangat
terpukul dengan berita tersebut. Maka ia segera bergegas mengeluarkan
sedekah berupa emas milik istrinya. Setelah itu, ia pergi ke rumah
sakit. Beberapa saat kemudian, sang dokter memberitahukan kepadanya
bahwa beberapa saat yang lalu (yakni saat bersamaan waktu sang suami
bersedekah), nampak tanda-tanda membaik dan kesembuhan pada diri sang
istri. Kemudian ia dipindahkan dari ruang ICU ke kamar perawatan biasa.
Beberapa hari kemudian, ia telah keluar dari rumah sakit tersebut.
Segala puji bagi Allah, Pemilik Keutamaan dan Kebaikan.
Gigi Gerahamnya Sembuh Total
Seorang juru dakwah wanita yang terkenal
bercerita, “Aku berada di Al-Haram sejak beberapa tahun yang lalu.
Suatu ketika gigi gerahamku sakit, yang aku agak terlambat dalam
mengobatinya. Aku bahagia dengan keberadaanku di Al-Haram dan aku ingin
menyibukkan diri dengan Al-Quran. Akan tetapi, jikalau penyakit itu
terus terjadi, maka aku akan pergi ke dokter dan aku akan meluangkan
waktuku.
Terlintas dalam benakku sebuah pikiran
untuk menolak penyakit ini dengan sedekah. Akhirnya, aku pun bersedekah
kepada seorang anak perempuan di Al-Haram. Demi Allah, hanya dalam waktu
singkat, penyakitku menjadi sembuh. Dan sejak itu hingga waktu ini, aku
tidak lagi membutuhkan dokter untuk mengobati penyakitku ini, karena
penyakit itu tidak pernah lagi menyerangku.[Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish
Shadaqah]
Sumber : Buku “Berobat Dengan Sedekah”,
karya Muhammad Albani, Penerbit Insan Kamil, Solo, Cet. X, Juni 2009 via
http://abunamira.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar