Kisah
Cinta Yusuf dan Zulaikha
Artikel
ini Dipostkan oleh: Kang Santri Clumut
Berikut artikel yang akan saya share pada
kesempatan kali ini, Judulnya KISAH CINTA YUSUF DAN ZULAIKHA.
KISAH
CINTA YUSUF DAN ZULAIKHA
Dalam
surat Yusuf, diceritakan bagaimana kisah perjalanan hidup dan cinta Yusuf.
Seorang nabi tampan, lelananging Jagad Ndonyo, sama seperti Arjuna yang menjadi
lelananging jagad pewayangan. Tetapi tentu saja antara Yusuf dengan Arjuna
terdapat banyak perbedaan, hanya persamaannya sama-sama mampu memikat dan
disukai banyak wanita.
Di mulai dari kecil Yusuf bermimpi
tentang hal aneh, kemudian dibuang ke dasar sumur akibat kedengkian
saudara-saudaranya, ditemu musafir dan dijual dengan harga murah, menjadi anak
angkat Al aziz seorang raja mesir, kemudian disukai Zulaikha yang notabene
istri Al aziz, kemudian dipenjara karena ingin menjauhi kemaksiatan, hingga ia
menjadi pejabat tinggi kerajaan mesir dan kembali berkumpul dengan orang tua
serta saudara-saudarnya..
Kisahnya dimulai dari suatu ketika
Yusuf berkata kepada ayahnya (nabi Ya`kub),”Wahai ayahku, sesungguhnya aku
bermimpi melihat sebelas bintang , matahari, dan bulan, kulihat semuanya sujud
kepadaku.”
Kemudian ayahnya berkata,”Hai anakku
janganlah kamu menceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, maka mereka
membuat makar (untuk membinasakan)mu, Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang
nyata bagi manusia.”
Dari percakapan singkat di atas kita
temukan adanya kecintaan yang lebih dari ayahnya ketimbang kepada anak-anaknya
yang lain. Mengapa demikian, mengapa Yusuf menjadi anak yang paling disayangi,
apa yang melatar belakanginya? Kiranya akhlak Yusuf yang menjadikannya
disayangi. Dari sini kita dapat mengatakan bahwa manusia pada dasarnya hanya
mencintai hal-hal yang baik dan dapat memberikan kebaikan dan kebahagiaan. .
Dengan kata lain cinta tumbuh dan berawal dari kepercayaan bahwa obyek yang
dicintai memiliki kebaikan dan mampu memberikan kebahagiaan. Sebaliknya bila
obyeknya tidak memiliki kebaikan bahkan selalu memberikan kejahatan, maka
naluri manusia tidak akan mencintai dan mengagungkannya. Di tempat lain, Al
qur`an menyatakan bahwa manusia mempunyai kecenderungan mencintai anak-anaknya,
ini berarti cinta keluarga merupakan sebuah bentuk cinta yang sangat ditekankan
akan tetapi jangan sampai melenakan.
Karena merasa dianaktirikan, dengan
penuh rasa iri dan dengki saudara-saudara yusuf lainnya (kecuali Bunyamin)
berembug hendak mencelakakan Yusuf. Salah satu saudaranya berkata,”Bunuhlah
Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian
ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi
orang-orang yang baik.”
Seorang yang lain berkata,”Janganlah
kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut
oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.”
Kisah seterusnya membicarakan kecemburuan dan kedengkian saudara-saudara Yusuf disebabkan ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin. Berawal dari kecemburuan itu, mereka berupaya membuat makar kepada Yusuf. Dari sini timbul pertanyaan, lalu apakah dalam hati saudara-saudaranya sudah tidak ada lagi perasaan cinta kepada Yusuf? Sebetulnya masih ada perasaan cinta mereka kepada Yusuf, hal ini terlihat jelas ketika mereka hendak berbuat makar, mereka enggan membunuh Yusuf melainkan hanya menginginkannya dimasukkan ke dalam sumur agar diambil musafir yang lewat. Memang dapat dipahami akan kecemburuan mereka, akan tetapi hati kecil mereka, naluri manusia mereka mengatakan bahwa ia (Yusuf) juga seorang manusia, saudar mereka yang berhak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan keselamatan.
Hati kecil mereka juga menuntut
kearifan dan kebijaksanaan. Ini sesuai dengan kata cinta (hubb:bahasa arab)
yang juga memiliki makna anting-anting (qurtun). Sifat anting-anting seperti
yang kita ketahui merupakan barang yang berharga yang dijadikan hiasan telinga
dan senatiasa bergoyang ketika dipakai. Ini menandakan merupakan refleksi dari
kenyataan cinta, yaitu bahwa cinta juga merupakan barang berharga dan
diagungkan. Bila orang telah dihinggapi cinta maka hatinya akan cenderung
selalu goncang, tidak tenang, dan khawatir terhadap yang dicintai. Begitu pula
saudara-saudara Yusuf merasa tidak tenang bila ia (Yusuf) celaka sehingga
mereka hanya memasukkannya ke dalam sumur.
Setelah mereka berembug segera
mereka meminta izin kepada Ya`kub untuk membawa Yusuf pergi dengan alasan
mengajaknya bermain. Dengan berat hati Ya`kub meluluskan permintaan mereka.
Ya`kub berkata,”Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku
dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah
daripadanya.”
Dari sini dapat kita ketahui cinta
mendorong seseorang untuk berusaha selalu dekat dengan orang yang dicintai. Dan
tidak rela bila orang yang dicintai pergi bersama orang yang jelas-jelas hendak
berbuat jahat. Walau pada akhirnya Ya`kub mengizinkan tetapi dengan pangkat
kenabiannya dan izin Tuhannya ia sebenarnya mengetahui apa yang hendak
diperbuat anak-anaknya terhadap Yusuf.
Singkat cerita, setelah mendapat
izin dari ayahnya, saudara-saudara Yusuf mengajak Yusuf pergi ke suatu tempat
dan memasukkannya ke dalam sumur. Kemudian mereka kembali ke rumah dan berdusta
kepada Ya`kub bahwa Yusuf dimakan serigala sambil memperlihatkan baju Yusuf
kepada Ya`kub yang sebelumnya telah mereka lumuri dengan darah palsu.
Yusuf sendiri kemudian diambil oleh
musafir yang kebetulan lewat dan menjual Yusuf kepada keluarga Zulaikha dengan
harga murah. Sebab mereka takut bila keluarga Yusuf menemukannya.
Di sinilah kisah cinta antara Yusuf
dan Zulaikha dimulai. Dengan penuh kasih sayang Zulaikha dan keluarganya
merawat dan membesarkannya bahkan mengangkatnya menjadi anak angkat. Setelah
cukup dewasa Yusuf menjadi pemuda yang sangat tampan dan menjadi lelanangin
jagad. Akhirnya Zulaikha sendiripun tidak mampu menyembunyikan perasaan
cintanya dan dengan penuh hawa nafsu ia mengajak Yusuf untuk berbuat zina.
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf
tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan
dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata:”Aku
berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan
baik.”Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.”(Q.S.Yusuf:23).
Sebenarnya dalam hatinya, Yusuf juga
berhasrat kepada Zulaikha. Ini disebabkan karena ia melihat kecantikan dan
kemolekan tubuh Zulaikha yang begitu memikat saat merebahkan tubuhnya di atas
kasur.
“Sesungguhnya wanita itu telah
bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan
pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya.
Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.”(Q.S.Yusuf.24).
Tetapi dengan kekuasaanNya, Allah
segera memberikan peringatan dan
menguatkan keimanan Yusuf. Di sini terdapat kecintaan Allah kepada Yusuf yang
begitu jelas. Lalu pertanyaannya mengapa Yusuf dicintai Allah? Apakah karena
hanya ia seorang nabi apakah karakter-karakter hamba yang dicintai Allah
sebatas karena setatus kenabian?
Bila kita tengok Al qur`an secara
teliti akan kita temukan karakter-karakter hamba yang dicintai Allah. Di
antaranya adalah berbuat baik, bertaqwa, adil, suka bertaubat, berusaha
mensucikan diri sendiri, tawakkal, sabar, atau dengan kata lain selalu
berakhlakul karimah. Dari sini mari kita lihat apakah dalam diri Yusuf terdapat
karakter-karakter tersebut.
Dalam kehidupannya Yusuf selalu
berusaha berbuat baik kepada ayah dan saudara-saudaranya. Ini terlihat dalam
ayat berikut.
“Dia
(Yusuf) berkata: “Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan
Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para
penyayang.”(Q.S.Yusuf:93).
“Maka
tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapaknya dan dia
berkata: “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.”
(Q.S.Yusuf:99)
Dengan penuh kasih sayang Yusuf
mengampuni kesalahan yang telah diperbuat saudara-saudaranya kepada dirinya.
Begitu pula dengan penuh kasih sayang Yusuf merangkul dan mencium orang tuanya
dan memuliakan mereka berdua dengan menaikkannya ke atas singgasana.
Allah juga memuji Yusuf karena
kebaikannya sehingga allah memberinya hikmah dan ilmu kepadanya.
“Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami
berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik.”(Q.S.Yusuf:22)
Yusuf
juga sosok pemuda yang selalu berusaha mensucikan dirinya, menjaga kehormatan
diri sehingga penjara lebih ia sukai daripada harus hidup bebas di bawah
tekanan Zulaikha dan gosip-gosip yang terus menyebar.
“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku,
penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika
tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung
untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang
bodoh.”(Q.S.Yusuf:33).
Keadilan Yusuf terlihat ketika
saudara-saudara Yusuf hendak membeli makanan kepadanya, sedang mereka sendiri
telah lupa akan wajah Yusuf. Walau Yusuf masih mengenali mereka tetapi ia
berusaha untuk adil dalam menyempurnakan timbangan.
“Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk
mereka bahan makanannya, ia berkata: Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah
dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan
dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?”(Q.S.Yusuf:59).
Karena itu sangatlah jelas mengapa
Allah begitu mencintai Yusuf. Sebab dirinya dipenuhi karakter-karakter hamba yang pantas dicintai
Allah. Dan bukan hanya nabi saja yang sanggup memiliki karakter-karakter
seperti itu, kita sebagai manusia biasa juga pasti sanggup hanya bagaimana
usaha kita untuk menggapainya. Selain itu ada baiknya pula bila kita meniru
Allah dalam memilih sosok manusia yang layak dicintai dengan sepenuh
cinta.Yaitu sosok manusia yang selalu berbuat baik, adil, selalu
mensucikandiri, tawakal, jujur, mampu mencintai dengan sepenuh hati, dan
sebagainya.
Selanjutnya, setelah diperingatkan
oleh Allah, Yusuf segera sadar dan bergegas lari menuju pintu. Di belakangnya
Zulaikha terus berusaha mengejar Yusuf dengan penuh nafsu. Sesampainya Yusuf di
muka pintu ia segera membukanya, tetapi malang, di balik pintu, Al aziz suami
Zulaikha telah berdiri dengan penuh murka. Melihat kehadiran suaminya yang
tiba-tiba, spontan Zulaikha kaget dan iapun segera berdalih. Katanya
“.....Apakah pembalasan terhadap
orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau
(dihukum) dengan adzab yang pedih?”(Q.S.Yusuf:25).
Begitu pula dengan Yusuf, ia segera
membela dirinya.
“Yusuf berkata:“Dia menggodaku untuk
menundukkan diriku (kepadanya)”...(Q.S.Yusuf:26).
Melihat kejadian seperti ini seorang
saksi dari keluarga Zulaikha segera memberikan masukan:
“...Dan seorang saksi dari keluarga
wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka,
maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju
gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk
orang-orang yang benar." (Q.S.Yusuf:26-27).
Dari sini timbul pertanyaan, apa
yang menyebabkan Zulaikah bernafsu kepada Yusuf? Apakah hanya karena
ketampanannya atau ada motif lain yang lebih kuat? Untuk menjawabnya mari kita
lihat apa yang dikatakan para wanita-wanita yaitu tetangga Zulaikha ketika
mengetahui bahwa Zulaikha hendak “berbuat” kepada Yusuf..
“Dan wanita-wanita di kota berkata:
"Istri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya),
sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya
kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”
Wanita-wanita tetangga Zulaikha
memakai kata syagafahaa hubba untuk mengatakan kecintaan Zulaikha kepada Yusuf.
Sedangkan kata tersebut berarti cinta Zulaikha telah membakar jantung hatinya
dan bersemayam di dalam lubuk hatinya sehingga ia tidak memperdulikan apapun.
Sehingga dapat dipastikan bahwa Zulaikha pada dasarnya hanya berhasrat kepada
ketampanan Yusuf dan tidak lebih.
Dalam bahasa arab hubb juga seakar
dengan hubbab yang memiliki arti ular. Sifat ular yaitu mencelakakan dan dapat
dipahami pula sebagai suatu hal yang hanya bersifat nafsu dan hasrat semata.
Tidak berbeda dengan Zulaikha,
wanita-wanita mesir lainnya juga ikut terlena dan memuji ketampanannya setelah
melihatnya. Keadaan ini berlangsung ketika Zulaikha menjamu wanita-wanita mesir
di rumahnya
“Maka tatkala wanita itu (Zulaikha)
mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya
bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah
pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah
(nampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu
melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya dan mereka melukai (jari)
tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya
ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.”(Q.S.Yusuf:31)
Inilah sebagian kisah Yusuf yang
tercantum dalam Al qur`an. Dari sini mungkin kita sedikit banyak dapat
mengambil pelajaran tentang bagaimana ganasnya hawa nafsu ketika telah
menguasai jiwa seseorang. Ia dapat membutakan pikiran manusia, dan
menjerumuskannya ke dalam lembah kegelapan dan dosa. Karena itu benarlah sabda
Rasulullah SAW yang mengingatkan kepada kita bahwa musuh manusia yang paling
berat adalah hawa nafsu dalam dirinya.
Artikel
ini Dipostkan oleh: Kang Santri Clumut
http://santriclumut.blogspot.co.id/2014/11/kisah-cinta-yusuf-dan-zulaikha.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar